Home » » “Ini-ini aja orangnya?”

“Ini-ini aja orangnya?”

Written By Mhd. Arisandy Pratama on Senin, 13 Agustus 2012 | 03.14


Begitulah selintingan kata-kata yang sering di dengar akhir-akhir ini. Terlalu banyak orang mudah bosan di jalan ini, merasa dirinya paling banyak bekerja toh hasilnya juga belum seberapa. Memang benar perumpamaan jalan ini “panjang, berliku, licin, berduri lagi!” jadi wajar saja jika banyak yang ingin menghindar mencari jalan tol yang bisa menyamankannya. ‘Seleksi alam’ alam itu sunatullah adanya. Dari zaman rasulullah mendakwahkan islam ini juga banyak pengikutnya yang menghilang satu-persatu, yang pada awalnya membenarkan ajaran yang dibawa rasulullah namun malah ujung-ujungnya karena terlalu banyak aturan yang membuat nya kurang merasa nyaman maka ia kembali ke kepercayaan sebelumnya, berdalih tidak bisa meninggalkan agama nenek moyangnya. Naudzubillah ! lihatlah.. ternyata kita mengulang sejarah ! kejadian ini juga pernah terjadi di masa rasulullah dulu. Terus apakah kita ingin menjadi orang yang membelok tadi? ingatlah.. setiap perbuatan yang dilakukan itu ada balasannya. Pengorbanan yang kita lakukan juga ada balasannya. Allah hanya menguji keimanan kita, keteguhan kita dalam memeluk agamaNya. Apakah kita hanya menerima itu saja? Ataukah kita memang serius dengan agama ini, dan rela mengorbankan harta dan jiwa kita untuk agamaNya? Dan keseriusan itu juga dilihat dari bagaimana kita menghadapi ujian atau tantangan yang diberikanNya. Allah sedang menempah diri kita. Janganlah mengurungkan diri dan menghindari masalah yang diberiNya. Allah juga tahu kemampuan kita, ia memberi cobaan sesuai dengan kadar kemampuan kita. Berusahalah sebisa kita dengan maksimal dan penuh totalitas! Teruslah berkontribusi untuk agama ini sebanyak-banyak nya. Ingat.. Kita telah melakukan jual beli dengan Allah “Sesungguhnya Allah telah  membeli dari orang-orang mukmin diri dan harta mereka dengan memberikan surge untuk mereka. Mereka berperang pada jalan Allah; lalu mereka membunuh atau terbunuh. (itu telah menjadi) janji yang benar dari Allah di dalam Taurat, Injil dan Al-Quran. Dan Siapakah yang lebih menepati janjiNya (selain) dari pada Allah? Maka bergembiralah  dengan jual beli kamu lakukan itu, dan itulah kemenganan yang besar (QS At-Taubah : 111)
Untuk itu mari intropeksi diri, sudah seberapa besar karya kita untuk agama ini? Mari sama-sama berlomba membuat sejarah besar, berkontribusi dengan apa saja dengan kemampuan yang kita miliki. Jangan pernah merasa bosan berada di jalan ini, jalannya para nabi-nabi terlalu. Tugas yang diemban para pendahulu kita untuk mensyiarkan agama Islam ini sekarang diberikan kepada kita, untuk itu sudah menjadi tugas kita bersama untuk meneruskan ‘tongkat estafet’ ini sampai kemenangan yang dijanjikan olehNya itu datang. Semoga tulisan ini menjadi pengingat dan peneguh hati (khususnya ana sendiri) untuk bisa terus bersemangat di jalan dakwah ini. InsyaAllah.

Share this article :

0 komentar:

Posting Komentar